Memotong Angsa Bertelur Emas

Spread the knowledge

Cerita dongeng ketika kita masih kecil sarat akan nilai-nilai yang dapat kita terapkan dalam kehidupan salah satunya adalah cerita angsa bertelor emas. Alkisah seorang petani miskin diceritakan pada suatu hari mendapati angsa miliknya memiliki keajaiban.

Keajaiban itu adalah angsa ini dapat bertelor emas, walaupun jumlahnya tidak banyak tapi setidaknya dapat mencukupi kehidupan keluarga mereka. Penasaran karena rasa serakah, akhirnya petani ini memutuskan untuk menyembelih si angsa dengan harapan akan segera mendapat telor emas yang banyak.

Malangnya setelah angsa disembelih bukan emas yang didapatkan tetapi juga angsa ini sudah tidak dapat bertelor lagi.

Miris memang tetapi kejadian ini juga kerap terjadi dalam kehidupan kita. Karena salah ambil keputusan “angsa-angsa” yang sudah menghasilkan bagi kita kita tukarkan dengan hal lain yang kita kira akan memberikan keuntungan lebih besar.

Dari Miskin Menjadi Kaya Lalu Miskin Lagi

Bicara soal keuangan ternyata tahukah kita tidak semua orang bisa menjadi kaya. Ya, tidak semua orang bisa menjadi kaya dalam artian tidak semua orang dapat mengelola uang mereka. Uang adalah tanggung jawab bukan?

Masih segar dalam ingatan kita dengar berita yang sempat viral kampung di Tuban tiba-tiba lahir banyak OKB (Orang Kaya Baru). Pasalnya sawah atau kebun mereka dibayar mahal untuk proyek Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Proyek Pertamina & Rosneft, kapasitas per hari direncanakan 300.000 barel

Salah satunya adalah desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kampung ini lahir banyak miliarder dalam sekejap.

Nilai yang mereka terima untuk penggantian lahan ini pun mencapai miliaran Rupiah. Nilai penggantian tentunya beragam dengan rata-rata mendapat 8 miliar bahkan ada yang sampai mendapatkan 26 miliar dari menjual lahannya.

Sultan dadakan ini pun langsung memborong barang-barang mewah seperti mobil, sepeda motor hingga membangun rumah baru. Saking inginnya membeli mobil bahkan mereka tanpa banyak pikir baru belajar setir mobil setelah membeli mobil mewah tersebut.

Namun sekitar setahun berlalu tiba-tiba warga dari kampung ini sampai demo turun ke jalan karena uang simpanan mereka sudah habis sementara menurut mereka selain menerima penggantian pembebasan lahan warga juga dijanjikan pekerjaan.

Lahan yang sebelumnya menjadi angsa bertelor emas mereka pun sudah tidak ada dan kini mereka harus menjual harta mereka satu per satu atau menjadi karyawan di tempat lain.

Seperti kita tahu barang mewah seperti kendaraan tidak sedikit biaya perawatannya dan nilainya disaat bersamaan juga terus menyusut.

Bagi mereka yang secara keuangan sudah teredukasi mungkin tidak akan latah membelanjakan seluruh uang ganti rugi kepada barang konsumsi tetapi bagi mereka yang tidak ada pengetahuan dan baru pertama memegang uang banyak merekalah yang tiba-tiba kaya lalu jatuh lebih miskin dari sebelumnya (lahan sudah tidak ada).

Memang tidak semua warga sampai kesulitan keuangan, mereka yang sudah sadar pentingnya menabung dan mengelola keuangan dapat memulai hidup baru lebih baik setelah ketiban durian runtuh dari lahan mereka (dari pengakuan warga ada lahan yang dahulu dibeli 20 juta Rupiah laku 4,5 miliar dalam belasan tahun kemudian).

Dari sini kita belajar pentingnya pengetahuan keuangan dan kemampuan menguasai diri serta hidup di bawah kemampuan agar tidak merana secara keuangan.

Durian Runtuh

Kisah di Tuban mungkin memang heboh tapi tahukah Anda kisah durian runtuh di luar negeri pun tidak kalah membuat kita akan garuk-garuk kepala karena kekayaan yang mereka peroleh lebih besar dan berakhir miskin kembali.

Sebagian besar mereka yang mendapat durian runtuh akan membeli barang mewah, tidak bekerja lagi, menghamburkan uang untuk kenalan baik keluarga dan teman-teman (ada uang tiba-tiba teman kita jadi banyak ya), bahkan ada yang terlibat narkotika dan alkohol sampai terikat juga dengan perjudian sehingga harta yang di tangan mereka sekejap menguap.

314 juta Dollar seharusnya cukup untuk sisa hidup Jack Whittaker, tetapi alih-alih menjadi bebas financial, seluruh hartanya habis diakhir hidupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *