Sekelumit Kisah Emas Monas

Spread the knowledge

Kalau di artikel sebelumnya kita dapat lihat beberapa landmark dunia dengan hiasan emas yang cukup megah kali ini kita akan bahas kisah tentang Monas (Monumen Nasional) yang memiliki cerita tentang lidah api emasnya yang belum banyak orang tahu.

Bagi warga Jakarta sudah biasa menikmati area Monas sebagai tempat berakhir pekan ada yang memilih berolah raga, swafoto, dan sebagainya. Kalau kita perhatikan pada puncak dari Monas ini akan terlihat dari kejauhan seperti lidah api yang sama-sama kita tahu terbuat dari emas.

Lalu apa semuanya dari emas?

Jadi begini kisahnya. Pada awal pembangunan Monas emas yang ada pada lidah api ini adalah seberat 35 kilogram dan hanya sebagai pelapis (gold foiled) sementara bahan utama lainnya adalah dari perunggu seberat 14,5 ton.

Pada awal rencana pembangunan Monas sendiri perekonomian Indonesia juga masih dalam kondisi yang buruk sehingga banyak perubahan rencana untuk desainnya. Lidah api Monas memiliki tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter yang tersusun dari 77 bagian yang disatukan.

Lalu bagaimana sampai ada yang mengatakan emasnya 50 kilogram?

Jadi ceritanya adalah tepat pada ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 50 pada tahun 1995 ada rencana untuk menambahkan berat emas yang melapisi lidah api ini menjadi genap menjadi 50 kilogram dan memang dilakukan.

Wah, jangan-jangan emas di Monas akan menjadi 100 kilogram ya pada tahun 2045.

Monumen Nasional

Kembali bicara soal emas di Monas ya ternyata menurut cerita emas ini adalah pemberian dari seorang saudagar dari Aceh bernama Teuku Markam. Teuku Markam bahkan sempat disebut sebagai orang terkaya di Indonesia pada masanya.

Dari beberapa cerita mengatakan bahwa emas yang disumbangkan ini berjumlah 28 kilogram dari 38 kilogram emas di lidah api Monas. Sementara ada yang bilang emas Monas ini 32 atau 35 kilogram, selisih 3 kilonya ke mana ya?

Dari kabar yang beredar pun ada banyak versi yang beredar dan para sejarahwan dan pengurus monumen pun tidak tahu mana yang benar. Ada juga yang mengatakan bahwa emas sumbangan ini dibelikan pesawat.

Wah, makin simpang siur ya ceritanya. Indonesia memang kaya akan mitos dan cerita yang tidak jelas.

Picture: Wikipedia

Sayangnya nasib Teuku Markam ini berakhir menyedihkan karena sempat dituduh sebagai PKI/Partai Komunis Indonesia dan pada jaman Orde Baru seluruh asset perusahaannya disita pemerintah dan bahkan dia pernah dipenjarakan.

Lebih jauh emas di Monas ini ternyata bukan hanya di lidah apinya ya yang terlihat dari luar. Ternyata masih ada emas seberat 22 kilogram yang terdapat di ruang kemerdekaan. Melekat pada pintu gapura kemerdekaan, burung Garuda Pancasila, dan Kepulauan Indonesia.

Dengan keberadaan emas ini berarti total emas yang ada di Monas menjadi 72 kilogram.

Kembali bicara emas di lidah api ternyata ada yang mengatakan bahwa ada relief wanita misterius di bagian lidah api ini yang arahnya menuju istana kepresidenan.

Memang berbau mistis ya kalau ini, anyway semoga informasi ini berguna untuk Anda yang mau tahu lebih banyak seputar emas di Monumen Nasional ya.

Nilai Emas

Kalau kita taksir nilai emasnya saja seberat 72 kilogram sudah sekitar 72 milyar Rupiah (harga saat ini). Tentu saja karena ini benda bersejarah nilai materialnya akan lebih dari itu ya dan bahkan tidak dapat dinilai dengan uang.

Nah, bagi Anda penyimpan emas juga dapat memilih membeli emas di Public Gold Indonesia. Keunggulan yang ditawarkan oleh Public Gold adalah harga yang senantiasa diupdate setiap 20 menit sekali.

Selain itu Public Gold memiliki beragam skema pembayaran yang dapat menyesuaikan dengan budget Anda mulai dari 300 ribu Rupiah dan bebas biaya administrasi atau pun juga biaya penitipan.

Untuk lebih lengkap silakan kunjungi website di http://www.publicgold.co.id atau hubungi untuk informasi promo dan undang seminar berhadiah undian emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *