Sejuta impian kerap menjadi pendorong masyarakat di Indonesia yang belum mendapat pekerjaan layak untuk merantau ke luar negeri.

Keputusan meninggalkan sanak saudara, dan keluarga juga terpaksa diambil demi mendapat penghidupan yang lebih layak.
Dari berbagai kisah pekerja migran tentu ada yang berakhir manis tetapi tidak sedikit juga yang berakhir menyedihkan.
Beranjak dari hal itu penting agar mereka yang mau bekerja di luar negeri sebelumnya mencari informasi yang cukup sebelum memutuskan untuk berangkat ke negeri orang.
Pekerja Indonesia di Malaysia
Bicara tenaga kerja Indonesia di luar negeri sepertinya kita tidak dapat melupakan Malaysia, karena dari data baik yang berangkat secara legal maupun ilegal tenaga kerja Indonesia paling banyak berada di Malaysia.
Bahkan menjelang pemilu tahun 2024 Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia mendapat tugas berat karena untuk pendataan data pemilih di Malaysia cukup besar terutama di Kuala Lumpur.

Pesan dari Bapak Dubes Indonesia, Hermono, bagi pekerja yang ingin masuk Malaysia adalah hindari cara ilegal ataupun janji-janji dari calo. Ijin yang diterbitkan lembaga tidak resmi/calo ini biasanya adalah palsu dan akan menyulitkan pekerja migran ke depannya.
Pekerja migran pun akan terancam program rekalibrasi, yaitu mereka akan dipulangkan atau pun bisa dipekerjakan di sektor tertentu dengan sangat tergantung pada majikan masing-masing.
Hasil Perantauan
Bicara penghasilan tidak dapat dipungkiri, bekerja di negeri orang seperti Malaysia beberapa mendapati hasil yang cukup besar.
Dari cerita mereka yang sudah kembali bahkan ada yang dapat membiayai anaknya sekolah, membeli beberapa aset dan memiliki tabungan.
Walaupun demikian kita tidak boleh terlena dengan penghasilan yang besar ini, harga mahal yang dibayar dengan kehilangan waktu dengan keluarga tidak akan bisa kembali.
Bila selama bekerja para migran tidak pandai-pandai menyisihkan penghasilan, ketika mereka sudah berhenti bekerja karena faktor usia atau pun ijin tinggal tidak bisa diperpanjang akan membawa mereka pada masalah keuangan lagi.
Penting sekali bagi kita yang masih bekerja untuk menyisihkan penghasilan baik bekerja di dalam maupun luar negeri.
Menabung di Malaysia menikmati di Indonesia
Bicara menabung, seperti istilah para pekerja demi sebongkah emas atau berlian, ternyata bisa direalisasikan.
Ada perusahaan pencetak emas asal Malaysia yang saat ini juga telah merambah bisnisnya ke tanah air yaitu Public Gold.
Baru-baru ini bahkan Dubes Indonesia untuk Malaysia sempat menyambangi kantor Public Gold di Kuala Lumpur pada 20 Maret 2023 untuk melihat sendiri bagaimana perusahaan ini dapat membantu masyarakat mewujudkan simpanan emas, termasuk untuk pekerja migran.







Public Gold memungkinkan para pelanggannya untuk bertransaksi baik di Malaysia maupun Indonesia, bagi Anda yang menabung emas selagi di Malaysia contohnya dapat menarik tabungan atau pembelian emas ini di Indonesia.
Untuk saat ini Public Gold Indonesia bahkan sudah memiliki 5 cabang di 5 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Banjarbaru, dan Surabaya.
Dengan menabung di Public Gold, para pekerja migran tidak perlu khawatir emas yang mereka beli nantinya tertahan dia bea cukai saat kembali di tanah air seperti kasus yang kerap menimpa tenaga kerja Indonesia.
Berikutnya juga Public Gold memberi kemudahan sistem pembayaran bertahap dan kunci harga emas sehingga tabungan ini bisa dilakukan secara rutin. Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi simpanan emas Public Gold silakan klik link berikut: https://linktr.ee/ceritaemas999.

