Kebanyakan kita semua tahu bahwa menabung adalah perkara yang perlu dan baik untuk dilakukan semua orang yang bekerja. Bahkan mereka yang belum bekerja pun (anak-anak) sudah diajarkan untuk menabung sekalipun belum bekerja seperti dengan menyisihkan uang saku atau uang hari raya.
Dari sejumlah sharing oleh netizen mereka yang kesulitan menabung adalah dari sisi penghasilan. Apa yang mau ditabung sementara penghasilan saja belum ada atau tidak stabil akibatnya saat gajian tiba ternyata sudah harus bayar hutang sana-sini. Lantas adakah yang dapat kita lakukan bila aliran dana masuk kita kadang mampet?
Kerja Serabutan
Pada kondisi ketika mencari kerja sulit, biasanya kita akan ambil pekerjaan dalam bentuk apa pun sekalipun kita tidak suka atau yang dihasilkan tidak seberapa, daripada tidak ada sama sekali bukan?
Akibatnya karena kesibukan kita sampai hilang arah dan kadang kehilangan motivasi juga untuk mencari pekerjaan yang lebih baik karena sudah disibukkan dengan pekerjaan yang ada saat ini.
Kadang disebut freelancer, pekerja project, nelayan, petani, menjadi supir ojek online juga dapat digolongkan pada pekerjaan jenis ini. Kadang hasil kerja boleh banyak tapi kadang juga tidak ada sama sekali bila tidak ada permintaan.

Bagi Kita yang ada dalam kondisi ini perlu melakukan 2 hal, pertama adalah kelola keuangan dengan lebih cermat dan kedua tetap optimis mencari sumber penghasilan yang lebih menjanjikan dan stabil.
Berikut yang dapat kita lakukan bila penghasilan kita masih belum stabil sementara kebutuhan adalah pasti harus kita penuhi/bayar setiap hari.
#1. Kurangi Pengeluaran Yang Tidak Perlu
Apabila keuangan kita sedang tidak stabil sebenarnya ini adalah lampu kuning bagi kita. Jangan berpikir ketika semua masih baik, pekerjaan masih ada walau sedikit-sedikit penghasilan masuk, tubuh tetap sehat dan masih banyak teman di sekitar menjadikan kita memboroskan keuangan kita.
Pekerja serabutan dapat mengalami posisi sulit kapan pun karena tidak mendapat jaminan dari perusahaan layaknya pegawai swasta maupun PNS. Karenanya paling awal kita dapat mulai mendaftar pengeluaran yang tidak perlu.
Hiduplah di bawah kemampuan, dengan cara ini kita dapat menghindarkan diri dari resiko terlibat masalah keuangan seperti berhutang apabila terjadi sesuatu pada sumber penghasilan kita.
#2. Menabung Dengan Bijak
Setelah kita dapat mengidentifikasi biaya yang tidak perlu langkah selanjutnya kita dapat memindahkan dana lebih ini sebagai cadangan dengan menabungkannya.
Sadarkah kita setiap penghematan yang kita buat secara langsung akan menambah tabungan kita. 100 Rupiah yang kita hemat akan menjadi aset kita. Lebih lanjut setelah kita memiliki dana ini kita dapat membaginya lagi menjadi beberapa pos tergantung tujuan keuangan kita.
Paling awal adalah tempatkan dana sekitar 3-6 bulan dari biaya hidup kita sebagai dana darurat. Tabungan ini fungsinya adalah sebagai bemper pertama bila penghasilan kita terganggu atau kita perlu mencari pekerjaan baru bila pekerjaan kita sekarang tidak dapat dilanjutkan.
Letakkanlah dana ini seperti dalam bentuk tabungan atau deposito yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, saat ini sudah ada deposito yang dapat dicairkan kurang dari 1 bulan. Atau pun kita dapat pilih reksadana pasar uang dan sejenisnya yang dapat dicairkan dengan mudah.
Jangan sampai dana ini tidak likuid ketika kita benar-benar membutuhkannya hingga kita perlu berhutang karena akan menjadi beban ke depannya.
#3. Investasi Sesuai Keahlian
Investasi akan memberikan kita hasil lebih baik dari inflasi tetapi ini juga butuh kemampuan. Sebagai pekerja serabutan disarankan jangan melakukan spekulasi dalam investasi apalagi terang-terangan berjudi.
Pilihlah investasi sesuai kondisi keuangan dan di saat yang bersamaan belajar A to Z tentang investasi tersebut. Sebagai contoh membeli saham perlu analisis teknikal maupun fundamental. Tidak bijak bila keputusan kita berinvestasi hanya dari berita apa yang sedang viral.
Umumnya investasi yang sudah viral bahkan sebenarnya sudah terlalu mahal bila kita masuk dan rawan terjadi koreksi harga. Cek juga legalitas dari suatu investasi agar kita tidak terjebak investasi bodong.
Bila keahlian kita masih minim soal investasi, lebih dianjurkan bila kita mulai dengan simpanan dalam bentuk emas karena kenaikan harganya cukup mengimbangi inflasi dan di waktu yang sama resikonya termasuk paling kecil dibanding paper asset.

memberikan proteksi atas nilai asset kita
#4. Menjaga Kesehatan
Kesehatan kerap ditukar oleh mereka yang butuh uang dengan kerja berlebihan. Untuk menghindari kita terpaksa bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan, kita dapat berhemat dan menabung sedini mungkin. Dengan tidak berhemat ketika dalam masa-masa baik kita seperti sedang mencari penyakit.
Bekerja keras memang baik tetapi kita juga perlu perhatikan juga kesehatan seperti pola makan, minum air yang cukup, olah raga, menjaga kesehatan mata dan sebagainya karena tidak akan menyenangkan bukan bila uang hasil kerja kita akhirnya harus digunakan untuk membayar biaya kesehatan.
#5. Mencari Peluang Lain

Pekerjaan pertama kita cenderung akan menjadi pekerjaan terakhir kita. Adalah sifat manusia mencari zona nyaman termasuk dalam hal kerja, masalahnya adalah pekerjaan serabutan apalagi dengan penghasilan yang kadang tidak cukup tentu tidak akan membahagiakan.
Perlu bagi kita tetap optimis, mencari peluang kerja, terus bergaul dan menambah ilmu dalam segala bidang. Kita tidak pernah tahu kapan peluang lain yang lebih baik akan datang tetapi kita harus menyiapkan diri kita.
Melalui cara ini kita tidak hanya bekerja untuk rutinitas tetapi juga lebih bergairah karena yakin akan ada kehidupan keuangan yang lebih baik suatu hari nanti.

