Saat ini sudah makin beragam perusahaan yang menyediakan pilihan simpanan emas. Mulai dari nominal yang beberapa ribu Rupiah saja, berbagai ukuran dan sepertinya trend ke simpanan emas digital terus meningkat bukan saja di Indonesia.
Wajar saja, karena ketidakpastian global, isu resesi dan sebagainya membuat orang melirik kembali safe haven seperti emas.
Menyimpan emas memang memberikan beberapa keuntungan, seperti nilainya yang relatif stabil, anti inflasi, dan juga dapat mencegah seseorang boros secara keuangan.
Akhirnya generasi milenial yang hidupnya dinamis pun ikut-ikutan membeli emas khususnya dalam bentuk digital. Terbiasa dengan investasi digital memang baik karena mempermudah orang untuk menabung tetapi ada faktor lain yang harus kita perhatikan juga. Apa itu?

Emas Itu Benda Fisik
Alasan tidak mau ribet untuk menyimpan emas, takut emas hilang, takut lupa menyimpan emas fisik sering menjadi alasan seseorang lebih memilih bentuk emas digital. Selain itu transaksi emas digital juga lebih cepat hanya diujung jari.
Terbiasa dengan hanya klik-klik di smartphone untuk melakukan banyak hal membuat kita menganggap semua bisa selesai dengan smartphone. Termasuk soal investasi emas, padahal ada beberapa hal yang harus kita tahu dari investasi emas.
Emas yang belum sampai di tangan kita masih belum sepenuhnya aman karena masih berada di bawah penguasaan orang lain. Beli Emas harus dapat emas.
Penyedia layanan jual beli emas digital bukanlah seperti bank sehingga tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Andai kata perusahaan ini mengalami masalah emas kita bisa jadi hanya tinggal angka-angka dan tidak ada artinya.
Mungkin kita berpikir bahwa penyedia layanan jual beli emas tempat kita membeli emas sudah ternama dan terbesar, tetapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 5, 10, 20 tahun ke depan atau lebih apakah perusahaan dan orang yang berada di balik perusahaan ini masih dapat dipercaya.
Karena itulah sekali pun tabungan digital dapat membantu kita untuk memiliki emas, perlu bagi kita untuk memiliki fisik emasnya juga. Selain itu dengan mengambil fisik emas akan menghindarkan kita apabila ada pemblokiran rekening, sistem operasi yang tidak berfungsi atau urusan legalitas lain yang dapat menjadi masalah pada emas digital kita.
Umumnya spread yang ditawarkan emas digital akan lebih kecil karena belum sampai mencetak fisiknya. Bila ikut menghitung biaya cetak kemungkinan spread ini menjadi semakin lebar, inilah yang menjadi pertimbangan bagi mereka yang memilih bentuk digital.

Bagi mereka yang membeli emas untuk tujuan jangka pendek mungkin emas digital lebih menarik karena mereka akan membutuhkan waktu lebih singkat untuk balik modal tetapi jika kita menyimpan emas untuk tujuan jangka panjang akan lebih baik kita memilih bentuk fisik untuk menghindari masalah pada perusahaan emas digital.
Mengatasi Boros
Selain itu dengan memilih bentuk digital akan membuat kita lebih mudah boros. Ini karena ketika tawaran iklan muncul yang menggoda kita untuk berbelanja, emas digital ini akan lebih mudah kita jual berbanding emas fisik.
Bila emas kita dalam bentuk fisik, ini akan membuat kita berpikir 2-3 kali sebelum memutuskan menjualnya untuk dibelanjakan. Waktu kita untuk kembali berpikir rasional sebelum mengeluarkan uang menjadi lebih panjang dibandingkan bila kita memiliki tabungan dalam bentuk digital.
Kembali pilihan bentuk emas fisik atau digital adalah tergantung Anda sendiri yang terpenting adalah kita mempelajari dahulu di mana kita membeli emas dan apa tujuan kita membeli emas.
Bila Anda memilih membeli emas dalam bentuk fisik bersama Public Gold Indonesia silakan klik link berikut:

