Berhenti Jadi Beban Anak

Spread the knowledge

Mungkin kita sering mendengar istilah anak durhaka, anak haram, anak kualat dan sebagainya soal status anak padahal kalau boleh jujur hal ini adalah akibat dari orang tua juga.

Pada masa modern ini bahkan ada pergeseran menuju depopulasi di mana jumlah manusia cenderung berkurang, selain karena wabah dan perang adalah juga keengganan untuk memiliki anak entah melalui cara kontrasepsi maupun yang ekstrim dengan aborsi atau pun dengan memutuskan tidak berkeluarga.

Dari beberapa media bahkan muncul istilah resesi seks pada negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Amerika. Padahal ini hanya melihat dari angka natalitas/kelahiran bayi ya karena aktivitas seks sendiri kita tidak dapat teliti karena area rahasia.

Intinya kehadiran anak kerap dianggap sebagai beban oleh keluarga muda atau mereka yang hanya ingin hidup lebih tentram dengan hasil usaha sendiri.

Punya anak pun pada prosesnya tidak selalu menjamin akan menjadi investasi yang menghasilkan saat sudah tua nanti. Marak juga mereka yang dalam kondisi sandwich generation memilih memasukkan orang tuanya ke panti jompo.

Melihat beberapa kondisi inilah yang menjadikan beberapa kalangan memutuskan tidak ingin memiliki anak atau menilai memiliki anak hanya sebagai beban.

Kesalahan Keuangan

Kehadiran seorang anak bukanlah pilihan mereka tetapi adalah keputusan dari orang tua mereka. Karena itu tidak dapat orang tua menganggap keberadaan mereka sebagai beban.

Dengan tidak merencanakan keuangan bahkan sebelum mulai memutuskan untuk berkeluarga dan memiliki anak sebenarnya orang tua sedang menjadi bom waktu yang akan membebani anak-anaknya kelak.

Bayangkan saja berapa dana yang harus disiapkan oleh orang tua mulai dari biaya membesarkan anak yang tidak murah apalagi kalau sudah masuk ke urusan pendidikan. Anak-anak mungkin dapat membantu mencarikan uang juga tetapi jangan sampai ini menjadi tanggung jawab mereka.

picture: carehome. Ilustrasi panti jompo

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar orang tua tidak menjadi beban bagi anak-anaknya kelak:

#1. Menabung Sedini Mungkin

Ketika belum berkeluarga biasanya orang muda ingin hidup bebas, eksis, mencoba pengalaman baru, makanan baru, nonton film, jalan-jalan, membeli aksesoris keren, gadget dan sebagainya.

Namun tanpa sadar setiap pengeluaran tidak perlu yang kita buat secara bersamaan membunuh potensi dana yang seharusnya kita investasikan.

Kalau kita cermat bahkan bila kita hitung, uang untuk nongkrong, merokok, minum kopi di kafe dan banyak lagi pengeluaran bila di total seumur hidup akan dapat membeli kendaraan atau bahkan rumah.

Makin cepat kita sadar dan disiplin menabung, makin besar juga hasil tabungan kita ke depannya dengan catatan tempat investasi kita terpercaya dan bukan investasi bodong.

#2. Menjaga Kesehatan

Adalah hal yang wajar bila ketika tua resiko kesehatan makin membayangi, selain karena sel mulai mengalami penurunan akumulasi gaya hidup ketika muda juga turut berperan.

Beberapa penyakit seperti jantung, hipertensi dan diabetes kerap berhubungan dengan pola hidup ketika muda. Agar tidak menjadi beban bagi diri sendiri dan juga anak cucu, ada baiknya kita mulai memperhatikan pola hidup kita.

Selain makan-makanan sehat perlu juga diimbangi dengan olah raga dan juga istirahat yang cukup. Nantinya kita sendiri yang akan menuai hasil dari kebiasaan kita ketika sudah tua.

picture: Pixel (seiring bertambahnya usia, beragam resiko penyakit kerap menghampiri kaum lansia)

#3. Jangan Berhutang

Hutang kerap menjadi jalan terakhir dari masalah keuangan keluarga yang sedang kesulitan. Namun terkait hutang kita harus bijak juga agar tidak meninggalkan warisan hutang nantinya pada anak cucu.

Hindari hutang yang tidak produktif, sedapat mungkin kalau bisa jangan berhutang dan biasakan hidup di bawah kemampuan agar tidak membebani kondisi keuangan.

Hutang apapun pada prinsipnya justru membuat kita membayar lebih mahal daripada yang seharusnya oleh karena itu buat hitung-hitungan yang matang sebelum berhutang dan pastikan kita tidak menyesal bila sudah mengambil hutang entahkah untuk KPR rumah, atau cicilan lain.

Anak yang menghormati orang tua tentunya akan berusaha membahagiakan kedua orang tuanya tetapi alangkah lebih baiknya jika orang tua juga berusaha tidak menjadi beban ketika sudah tua nanti karena anak mereka akan punya tanggungan keluarganya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *