Membeli Emas Dari Menyisihkan Uang Makan

Spread the knowledge

Kebanyakan kita tahu bahwa menyimpan emas itu punya segudang manfaat, mulai dari harganya yang terus meningkat, untuk persiapan dana-dana penting seperti membeli rumah, pendidikan anak, dana darurat dan sebagainya.

Namun dari semua manfaat itu ketika ingin membeli emas kita mungkin berpikir emas itu mahal sementara kebutuhan kita banyak, akibatnya menabung emas nanti dulu dan bukan prioritas.

Akhirnya tahun berganti tahun harga emas terus naik, dan kita makin sulit membelinya sementara urusan kebutuhan kita pun tidak selesai-selesai juga karena akan ada terus. Sampai kapan mau seperti ini?

Emas Tidak Mahal

Ungkapan bahwa emas itu mahal mungkin ada benarnya, kita tidak akan pernah dapati harga emas itu terlalu murah karena memang emas dipercaya sebagai asset yang menyimpan kekayaan.

Kendati demikian kita dapat memiliki emas dengan nominal uang yang kecil. Tidak seperti membeli properti seperti rumah atau tanah, membeli emas dapat dimulai dari pecahan terkecil bahkan kurang dari 1 gram.

Sifat emas yang dapat dibagi-bagi inilah yang menjadikannya sebagai alat transaksi jaman dahulu dan hari ini pun emas dapat kita miliki dari mulai bentuk yang kecil sesuai dengan budget kita.

Kita bahkan dapat menyisihkan uang kecil yang dapat kita hemat termasuk dari uang makan untuk mulai menabung emas.

Obesitas menjadi sumber masalah kesehatan

Makan Secukupnya

Setiap kita untuk hidup tentu memerlukan makanan yang sehat dalam porsi yang cukup. Untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan bahkan harus menerima asupan nutrisi lebih agar dapat berkembang dengan baik.

Tetapi jika kita mau jujur sering kali kita makan lebih dari yang kita perlukan. Masalah seperti obesitas, ganguan pencernaan, diabetes, sampai gangguan gigi dan gusi bisa terjadi karena pola makan kita yang berlebihan.

Angka diabetes di Indonesia sendiri sudah menyentuh angka lebih dari 10 juta penderita. Faktor pola makan menjadi pemicunya termasuk karena makanan pokok beras menjadi penyebab masalah ini.

Bicara soal kebiasaan makan juga memberikan rasa nyaman dan kerap menjadi obat stres, namun kita tidak dapat membohongi tubuh sendiri bila kita tidak peduli dengan kesehatan kita juga akan menanggung dampaknya di kemudian hari.

Hemat Biaya Makan

Di samping dari sisi kesehatan, ternyata kebiasaan makan yang buruk juga berdampak pada kondisi keuangan kita loh. Dari yang awalnya kita hanya ingin makan untuk kenyang sekarang kita juga diperhadapkan pada tawaran makan yang keren cantik dan membuat rasa penasaran.

Setiap kita hidup selama 365 hari setahun, seandainya kita dapat menghemat biaya tidak perlu dari makan dan minum saja sebenarnya nilainya cukup besar kalau kita sadar. Selanjutnya tentu kita menjadi sehat karena asupan makanan tidak berlebihan yang menyebabkan kolesterol dan penyakit gula.

Berikut beberapa tips untuk mulai menghemat biaya makan:

#1 Memasak Sendiri/Bawa Bekal

Membawa bekal dengan masak sendiri mungkin kelihatan tidak praktis tetapi ini sangat efektif untuk kita berhemat dari uang makan kita. Kebiasaan makan di luar akan membuat biaya makan kita mengalir deras, makan di luar mungkin bisa dilakukan sesekali saja.

Tentunya dengan masak sendiri kita jadi lebih yakin dengan kebersihan dari bahan yang kita makan dan akan lebih sehat.

Kebiasaan makan mewah akan menguras sumber keuangan kita

#2. Rencanakan Makan Mingguan

Pernahkah Anda mendapati bingung mau makan apa? Biasanya kalau sudah begitu keputusan kita untuk makan akan lebih impulsif dan membuat kita lebih boros. Dengan rencana mingguan selain membuat kita tidak bingung-bingung lagi soal urusan perut ternyata membuat kita lebih hemat.

Ini karena kita dapat membeli bahan makanan lebih banyak untuk seminggu dan mendapatkan harga lebih murah. Catatan keuangan bahkan dapat membantu kita melihat ke mana selama ini uang kita mengalir. Mungkin kebiasaan makan all you can eat, makan estetik, dan kebiasaan minum kopi premium harus dikurangi.

#3. Kurangi Minum Air Kemasan

Air kemasan walau harganya tidak seberapa tetapi jika sering kita beli akan cukup menguras biaya juga, apalagi bila kita pergi ke tempat-tempat wisata. Kita dapat mensiasati biaya ini dengan membawa air sendiri.

Beberapa bahan makanan dapat kita siapkan sendiri mungkin dengan menanam di pekarangan sendiri. Intinya kita harus sadar biaya ini bila berlangsung berhari-hari bertahun-bertahun akan lebih baik bila kita hemat untuk tujuan keuangan yang lain

Bila kita bisa menghemat biaya ini sekitar 300-400 ribu Rupiah per bulan bahkan kita dapat mengumpulkan sekitar 1 dinar (4,25 gram) dalam setahun dan bila ini berlangsung selama 10 tahun tanpa sadar kita sudah dapat mengumpulkan biaya untuk umroh. Tertarik untuk praktek?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *