Tidak ada siapa pun yang menginginkan terjadinya perang karena akan mengakibatkan banyak kerugian dan tentunya korban jiwa. Namun, sejarah membuktikan perang akan senantiasa ada dan pertanyaannya siapkah Anda?
Kita perlu bersyukur kalau Indonesia masih dikarunia dengan keamanan dan konflik. Tentunya kita tidak boleh lupa bahwa negara kita dalam beberapa puluh tahun terakhir juga tidak selalu baik-baik saja.
Mungkin kita tidak mengalami perang dengan negara lain (semoga tidak) tetapi ada beberapa daerah yang kerap mengalami masalah keamanan sampai mendesak penduduknya untuk pindah demi keselamatan jiwa.
Daerah seperti Papua, misalnya masih kita dengar masalah keamanan yang serius selama bertahun-tahun.
Hidup di Daerah Konflik
Memilih terlahir menjadi suku apa dan di mana tentu bukan pilihan kita, semuanya adalah pemberian sejak kita lahir. Kondisi yang tidak bisa dielakkan inilah yang harus diatasi agar tetap dapat survive sekalipun tinggal di daerah konflik.
Bicara konflik ada yang namanya potensi, tidak selalu daerah konflik ada bentrokan berdarah tetapi kita juga harus berjaga-jaga atas kemungkinan terburuk.
Harta yang dapat kita simpan di daerah konflik sebaiknya jangan semua di tempatkan dalam bentuk yang sulit bergerak. Paling baru perang Hamas-Israel mengakibatkan jutaan penduduknya harus mengungsi.
Akibatnya dengan cuaca yang tidak baik, selain harus dibayangi perang setiap hari, para pengungsi hanya bisa berharap pada bantuan internasional.

Tanah dan bangunan memang aset yang berharga tetapi tidak berarti selalu bebas dari resiko. Bisa jadi karena masalah keamanan harus terpaksa ditinggalkan juga dan apakah kita memiliki harta lain yang dapat diandalkan?
Emas Mudah Dimiliki
Pernah terjadi sebagai cerita yang menjadi pelajaran adalah ketika perang Vietnam berkecamuk, banyak rakyat mereka yang terpaksa menjadi pengungsi di negara sekitar seperti Malaysia dan Singapura.
Mereka juga seperti di mana pun tempat terjadi perang tentu memilih meninggalkan rumah mereka. Lantas apakah mereka menjadi gelandangan di pengungsian?

Ternyata sebagian dari mereka memiliki emas dalam bentuk lempengan yang dengan mudah dibawa ketika mengungsi dan emas tersebut mereka jual sebagai modal untuk memulai hidup yang baru.
SIfat emas yang dapat diterima di seluruh dunia inilah yang menyelamatkan mereka, bahkan ketika perang berkecamuk mata uang negara tersebut biasanya menjadi tidak berharga.
Mengapa Harus Portable?
Di masa sekarang selain perang ternyata isu seperti pemanasan global atau bencana seperti gempa bumi dan gunung meletus juga mengancam harta yang tidak bergerak.

Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana bencana akan terjadi karena itu ada baiknya kita memiliki beragam bentuk aset. Emas termasuk salah satu bentuknya. Selain karena nilainya yang tinggi kita dapat menyimpannya dengan ringkas dan memindahkannya kapan pun kita ingin pergi.
Sebagai contoh harga tanah di kawasan lumpur Lapindo menjadi tidak berharga ketika luapan lumpur terus meluas, beberapa daerah pesisir yang hari ini memiliki pemandangan lautan pun harus kembali pikir-pikir apakah harta mereka akan masih ada nilainya ketika tinggi permukaan laut terus meningkat tiap tahunnya.
Ada baiknya setiap keluarga memiliki tabungan dalam bentuk emas minimal 1 kilogram untuk dana darurat. Kabar baiknya adalah emas dapat kita beli dengan mencicil per gram tidak seperti tanah dan bangunan yang harus dibeli dengan nilai yang besar bahkan sampai mengajukan kredit.
Pada tanah dan bangunan tentu kita tidak dapat membeli meter demi meter, nah, pada emas kita dapat membelinya bahkan kurang dari 1 gram dan nilainya hanya dimulai dari ratusan ribu, cukup dengan menyisihkan uang makan.
Ingin memulai tabungan emas tanpa biaya administrasi dan biaya penitipan?
klik link berikut ==> http://linktr.ee/ceritaemas999

