Di banyak kota kecil dan menengah di Indonesia, satu masalah klasik sering muncul saat orang ingin mulai menyimpan emas: tidak ada toko emas LM resmi. Antam, UBS, atau butik emas batangan biasanya hanya ada di kota besar. Akhirnya pilihan paling dekat adalah toko perhiasan. Masalahnya, hampir semua orang sudah tahu, beli perhiasan untuk tujuan simpan nilai itu hampir pasti rugi.
Kerugiannya bukan karena emasnya palsu, tapi karena struktur harga perhiasan memang tidak dirancang untuk investasi. Ada ongkos desain, ongkos produksi, margin toko, dan ketika dijual kembali, yang dihargai sering kali hanya berat emasnya—itu pun dipotong. Jadi walaupun harga emas dunia naik, pemilik perhiasan sering tetap rugi saat dijual.
Lalu apa yang seharusnya dilakukan kalau di kota kita tidak ada toko emas LM, beli perhiasan rugi, dan beli ke kota lain terasa repot?
#1. Jangan Memaksakan Beli Fisik Kalau Infrastruktur Tidak Mendukung
Kesalahan paling umum adalah memaksakan beli emas fisik tanpa mempertimbangkan ekosistemnya. Banyak orang berpikir, “yang penting punya emas dulu.” Padahal, dalam emas, cara beli dan cara jual sama pentingnya.
Kalau di kota Anda: Tidak ada toko LM resmi, tidak ada buyer emas batangan yang transparan, harus kirim emas keluar kota untuk dijual, maka itu bukan ekosistem yang sehat untuk investasi emas fisik mandiri.
Masalah lain yang sering tidak disadari adalah ongkir dan risiko logistik. Membeli emas dari kota lain berarti: Ongkir mahal (apalagi diasuransikan), risiko hilang atau rusak, proses klaim yang ribet kalau terjadi masalah dan saat mau jual lagi, problemnya berulang. Harus kirim emas ke kota besar, nunggu verifikasi, nunggu dana cair. Ini membuat emas yang seharusnya likuid, justru terasa kaku dan merepotkan.
#2. Strategi Praktis: Pisahkan “Punya Emas” dan “Pegang Emas”
Strategi paling aplikatif untuk kondisi ini adalah memisahkan kepemilikan emas dengan penyimpanan fisiknya.
Artinya: Anda tetap memiliki emas fisik, bukan emas digital, tapi tidak harus menyimpannya di rumah atau kota sendiri. Inilah pendekatan yang dipakai di banyak negara dan sekarang mulai relevan di Indonesia.
Dengan strategi ini, Anda: tidak perlu toko LM di kota sendiri, tidak perlu repot ongkir bolak-balik, tidak terjebak beli perhiasan.

#3. Di Sini Keunggulan Model Public Gold Menjadi Relevan
Public Gold hadir bukan sekadar sebagai penjual emas, tapi sebagai ekosistem emas. Ini penting, karena masalah utama bukan di “beli”-nya, tapi di manajemen setelah beli. Beberapa keunggulan Public Gold yang relevan untuk kota tanpa toko LM: pertama, pembelian emas bisa dilakukan dari mana saja. Anda tidak perlu toko fisik di kota sendiri. Pemesanan dilakukan secara sistematis, transparan, dan terstandar. Harga mengacu ke pasar, bukan harga toko lokal yang sering tidak jelas spread-nya.
Kedua, opsi penyimpanan yang fleksibel. Emas bisa disimpan di fasilitas penyimpanan Public Gold (allocated storage), sehingga: tidak perlu simpan di rumah, tidak perlu takut kehilangan, tidak perlu ongkir tiap kali transaksi. Ini solusi nyata untuk kota yang infrastrukturnya belum mendukung emas batangan.
Ketiga, likuiditas lebih praktis. Saat butuh dana, emas tidak perlu dikirim fisik keluar kota. Proses jual kembali bisa dilakukan melalui sistem, jauh lebih cepat dibanding harus cari pembeli lokal yang sering menawar rendah atau bahkan menolak.
#4. Soal Ongkir: Biaya Kecil yang Sering Jadi Besar
Banyak orang menyepelekan ongkir. Padahal kalau dihitung: ongkir beli, ongkir asuransi, ongkir jual kembali totalnya bisa menggerus keuntungan emas selama berbulan-bulan, terutama untuk pembelian kecil. Inilah sebabnya banyak orang merasa “emas kok lama untungnya” — bukan karena emasnya, tapi karena biaya friksi.
Dengan sistem seperti Public Gold, ongkir bisa ditekan atau bahkan dihindari selama emas belum perlu ditarik fisik.
#5. Kesimpulan Praktis untuk Kota Tanpa Toko LM
Kalau dirangkum secara sederhana janganlah beli perhiasan untuk tujuan simpan nilai, hindari memaksakan beli emas fisik mandiri kalau ekosistem jual-belinya tidak ada. Gunakan sistem yang memungkinkan Anda punya emas tanpa direpotkan logistik. Untuk kondisi kota yang belum ada toko emas LM, pendekatan berbasis ekosistem seperti Public Gold bukan alternatif darurat, tapi justru solusi paling rasional. Emas seharusnya membuat hidup lebih tenang, bukan menambah repot. Kalau sejak awal strateginya benar, emas akan kembali ke fungsi utamanya: pelindung nilai, bukan sumber stres.

