Emas walaupun harganya senantiasa naik nyatanya ada saja yang justru mengalami kerugian setelah membelinya, mengapa bisa begitu?
Seperti instrumen keuangan lainnya, emas juga punya karakteristiknya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Oleh sebab itu, penting kita tahu apa yang harus dilakukan apabila ingin memilih emas sebagai instrumen investasi atau tabungan.
Kesalahan Paling Umum
Kebanyakan masyarakat Indonesia kalau kita mau jujur adalah sering ikut-ikutan trend tanpa paham cerita dibelakang yang mendasarinya. Takut ketinggalan kereta sering dijadikan alasan padahal kalau kita tidak tahu sesuatu hal khususnya berkaitan dengan investasi kerugian besar sudah menanti.
Nah, terkait dengan emas, kesalahan paling umum adalah pada pemilihan produk emas itu sendiri. Apabila kita sudah benar memilih produk emas sebenarnya kita sudah setengah jalan benar.
Dalam memilih produk emas yang harus kita perhatikan adalah 1 pertanyaan ini saja, yaitu: Apakah emas saya ini dapat dijual kembali dengan harga tinggi saat itu? Apakah prosesnya ribet nantinya?
Apabila jawabannya iya, maka kita dapat membeli produk emas tersebut. Tapi faktanya di pasaran banyak beredar produk emas yang ternyata ada syarat & ketentuan berlaku. Produk emas yang banyak syarat ini biasanya adalah emas dengan kadar di bawah 24 karat 999.9 (di Indonesia 24 karat pun masih ada gradingnya lagi jadi hati-hati).

Selanjutnya dari sisi bentuk dan ukuran juga dapat menjadi masalah ke depannya. Beberapa perusahaan pengeluar emas juga kadang gulung tikar dan akhirnya menyulitkan konsumennya apabila ingin menjual kembali emas mereka. Kejadian ini bukan hanya terjadi 1 atau 2 kali tetapi berkali-kali.
Oleh karena itu apabila kita memiliki emas cobalah tanyakan juga apa toko lain akan menerima produk tersebut dengan harga yang baik, apabila tidak sebaiknya jangan membeli produk tersebut sekalipun saat itu sedang viral.
Kita tidak pernah tahu apakah perusahaan pengeluar emas itu akan tetap ada dan bila emas dijual ke toko lain biasanya harganya tidak sebaik pengeluar emas tersebut.
Sebenarnya masih banyak cerita kalau ingin membahas apakah suatu produk emas mudah dijual dengan harga yang baik atau tidak? paling tidak ini pertanyaan yang harus dijawab apabila kita ingin membeli emas untuk investasi.
Tujuan Keuangan
Apabila kita sudah tahu produk yang tepat pertanyaan selanjutnya adalah kembali kepada diri kita masing-masing, apa tujuan keuangan kita.
Perlu dipahami bahwa emas adalah aset yang boleh dikatakan baru kelihatan hasilnya setelah jangka waktu yang lama 5 tahun ke atas. Satu-satunya alasan kita boleh membeli emas apabila ingin digunakan lagi dalam kurang 1 tahun adalah apabila kita punya sifat boros.
Jangan pernah membeli emas dengan spekulasi harga emas akan naik tiba-tiba akibat perang, wabah, atau krisis ekonomi. Memang hal tersebut akan terjadi berulang tetapi kita tidak pernah tahu kapan waktunya, jadi jika kita ingin membeli emas dengan pola pikir investor saham gorengan kita sudah salah pilih instrumen.

Kita tidak dapat gunakan cara buy low sell high dengan emas fisik karena spread dari emas fisik cukup besar bisa mencapai 10% per gramnya dan baru balik modal kira-kira 1 tahun (kenaikan harga emas rata-rata 10% per tahun).
Apabila kita ingin gunakan cara ini yang terjadi justru buy low sell high, buy higher and than wait to sell even higher keuntungan kita jadinya malah tidak maksimal.
Adakah Cara Lebih Cepat?
Tanpa dividen dan tidak ada cashflow dari menyimpan emas, tidak ada nilai tambahnya. Ini sering menjadi pandangan mereka yang memandang sebelah mata pada emas.
Padahal emas senantiasa menjadi komoditas yang dibutuhkan, mulai dari perhiasan, teknologi, sampai dunia kedokteran dan kuliner.
Agar kita sebagai investor emas dapat keuntungan lebih cepat sebenarnya kita dapat memilih menjadi peniaga emas. Apabila kita menjadi penyimpan emas saja, keuntungan yang kita peroleh terbatas seberapa modal kita membeli emas dan berapa cepat kenaikan harga emas tersebut.
Sementara apabila kita menjadi peniaga emas, seperti usaha niaga lainnya keuntungan kita tergantung berapa cepat perputaran barang/emas dan volume transaksinya.
Kita tetap dapat manfaat ketika ada yang ingin membeli emas dengan tujuan yang berbeda-beda mereka membeli emas tersebut.
Modal Terbatas Tidak Masalah
Persoalannya untuk memulai usaha toko emas tidak sedikit loh, selain itu kita juga harus tanggung resiko keamanan. Solusinya kita dapat menjadi agen dari toko emas yang sudah besar seperti pada Public Gold Indonesia.

Dengan kapasitas produksi yang besar dan juga cabang yang tersebar di kota-kota besar (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Banjarbaru, Surabaya) dan bahkan mancanegara, dengan didukung jaringan kurir berasuransi kita dapat menambah emas kita dari komisi setiap penjualan emas yang kita lakukan.

